Pelepasan siswa XII SMK Al Sya’iriyah Limpung ; Fokus pada Penguatan Kerjasama DUDI dan Bekal Fondasi Agama
BERANDA
5/24/20253 min read
Batang – SMK Al Sya’iriyah limpung sukses menggelar acara wisuda dan pelepasan siswa kelas XII dengan Khidmat, tidak hanya meneguhkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), tetapi juga SMK Al Sya’iriyah Limpung juga berkomitmen membekali fondasi agama melalui program Sekolah berbasis pesantren sebagai bagian dari kurikulum Pembangunan karakter. Acara yang mengusung tema " menyiapkan lulusan yang ber SDM profesional, berkarakter, beriman dan beretos kerja tinggi” meneguhkan SMK yang dengan sungguh sungguh menyiapkan Lulusan yang Kompeten, Berakhlak Mulia, dan Siap Berkarya di Era teknologi modern" acara juga dihadiri oleh perwakilan dunia Usaha dunia Industri, Pengasuh pesantren dan tokoh agama, serta orang tua/wali siswa.
Sinergi dengan DUDI dan Penguatan Spiritual Jadi Pilar Utama
Kepala SMK Al Sya’iriyah Limpung, Hamam Nasrudin dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara ketrampilan/kompetensi keahlian, karakter dan pembinaan akhlak. "Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis yang sesuai kebutuhan industri, kami juga memperkuat dengan bekal pondasi agama, etika, kedispilinan, kejujuran dan eos kerja tinggi, dengan kemampuan membaca kitab kuning sebagai literatur agama, diharapkan siswa kami mampu menyiapkan bekal kehidupan mereka di dunia kerja dan masyarakat," ujarnya. Dalam pengarahannya beliau menekankan untuk focus pada tiga pilihan setelah lulus dari sekolah. “ UJianmu disekolah sudah kamu hadapi dengan baik, namun sejatinya ujian sesungguhnya telah dimulai. Kita hanya dihadapkan pada tiga pilihan yakni bekerja/berkarya, berwirausaha dan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak bisa tidak pada 3 pilihan itu, sebagai lulusan dari sekolah berkarakter dan berkualitas, kita tidak boleh terjebak dan memilih dalam zona nyaman. Perjuangan harus tetap berlanjut untuk mencapai predikat sukses. ”. Tambah beliau dalam pidato pengarahannya.
Sebagai wujud nyata kolaborasi dengan industri, dalam acara ini dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan beberapa dunia Usaha/Industri dan Instansi kesehatan, seperti RSUD Limpung, dan beberapa Rumah sakit di Batang dan Pekalongan, Lembaga IT seperti Inasaba dan PT Punca digitala Jogja termasuk juga dengan perguruan tinggi seperti STEKOM untuk program magang, rekrutmen, dan pelatihan berbasis kompetensi.
Dengan pelepasan lulusan tahun ini, SMK Al Sya’iriyah Limpung semakin mempertegas komitmennya mencetak tenaga lulusan yang tidak hanya terampil dan siap kerja, tetapi juga berkarakter Agama. "Ini adalah generasi yang kami harapkan bisa menjadi profesional unggul sekaligus teladan di masyarakat," tutup Hamam Nasrudin.
Siswa Diapresiasi, Industri dan Tokoh Agama Memberikan Dukungan
Selain penghargaan bagi siswa berprestasi di bidang akademik, SMK juga memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi, baik dalam dalam program keagamaan, termasuk penguasaan kitab kuning maupun yang mencapai nilai maksimal dalam akademik maupun uji kompetensi. Gus H. Tolhah danial Manaf yang hadir sebagai penguji kitab kuning (kitab keagamaan) juga menyampaikan kebanggaannya: "Kemampuan baca kitab kuning adalah nilai tambah yang membedakan lulusan SMK Al Sya’iriyah ini. Ini membuktikan bahwa ilmu dunia dan akhirat bisa berjalan beriringan."
Adapun Perwakilan industri juga menyambut positif pendekatan holistic-integral ini. "Kami tidak hanya mencari tenaga terampil, tetapi juga pegawai yang berintegritas dan berakhlak. Bekal agama yang kuat sangat penting dalam membangun etos kerja," ujar dr. Resti dari perwakilan Instansi Kesehatan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pentas Kreativitas dan Demonstrasi Keilmuan Agama
Acara semakin khidmah dan hening dengan penampilan siswa, termasuk demonstrasi baca kitab kuning dan hafalan bait alfiyah. Para wisudawan juga mengucapkan ikrar siap mengabdi dengan kompetensi dan akhlak yang baik ditandai dengan prosesi cuci kaki ibu sebagai symbol mengabdi sepenuh hati.
Kyai Haji Agus Musyafak Syair selaku Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah menekankan pentingya generasi zaman sekarang yang harus trampil dan mempunyai akhlak yang baik. “ hari ini kita dihadapkan pada persoalan kemerosotan moral dan rendahnya SDM generasi bangsa, maka sekolah harus benar-benar memperhatikan persoalan tersebut dengan cara menyiapkan pendidikan yang terintegrasi antara pendidikan kompetensi namun juga dikuatkan dengan fondasi agama dan akhlak yang kuat” tutur beliau dalam pengarahannya. sementara KH Abdul Manaf Syair, Pengasuh Pondok pesantren TPI Al Hidayah yang memberikan tausiyah dalam acara tersebut juga menekankan pentingnya lulusan yang birrul walidain. “para lulusan harus berbakti kepada orangtua termasuk para guru disekolah, kyai dan pengasuh dipondok pesantren agar kelak kalian semua mendapat predikat sukses dunia maupun sukses akhirat” tegas beliau dalam arahannya.
Kegiatan ditutup dengan pentas kreasi dan gelar karya dan gelar produk wirausaha siswa, siswa seperti pembacaan puisi, tari saman, dan drama religi.