Pelepasan Siswa MTs NU Al Sya’iriyah Limpung ; Bekali lulusan Dengan Penguatan Kitab Kuning dan Tahfidz Qur’an
BERANDA
6/11/20253 min read


Pelepasan Siswa MTs NU Al Sya’iriyah Limpung ; Bekali lulusan Dengan Penguatan Kitab Kuning dan Tahfidz Qur’an
(Batang, 28 Mei 2025) – Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Al Sya’iriyah Limpung melepas siswanya dalam acara pelepasan yang berlangsung khidmat, moment ini menjadi sangat penting dan sakral karena menjadi tonggak kemunculan para lulusan-lulusan yang kuat dalam bidang pengetahuan umum, namun juga kuat dalam bidang penguatan keagamaan. Dengan menekankan keberhasilan program unggulan baca kitab kuning melalui program Amtsilati dan tahfidz Al-Qur’an. Acara ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam mencetak generasi yang menguasai ilmu agama secara mendalam.
Sebanyak 228 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kepala MTs NU Al Sya’iriyah Limpung, Ali Mujib, S.Ag.,M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan Pendidikan madrasah tsanawiyah adalah Membentuk peserta didik menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. “ Implementasinya dilapangan adalah penguasaan kitab kuning dan memahami Nilai-nilai Alqur’an untuk kita jadikan fondasi penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan zaman” imbuh beliau
Kitab Kuning sebagai Basis Keilmuan
Program baca kitab kuning dengan metode Amtsilati di MTs NU Al Sya’iriyah Limpung telah berjalan selama 5 tahun terakhir, dengan metode pembelajaran yang intensif. Para siswa tidak hanya diajarkan membaca, tetapi juga memahami makna serta mengaplikasikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
“Kitab kuning adalah symbol dan sumber keilmuan dari para ulama yang harus dijaga. Melalui program ini, kami ingin siswa tidak hanya paham teks, tapi juga konteks keilmuan Islam klasik yang mampu dikontekstualisasikan pada zaman kekinian” ujar Gus H. Tolhah Danial Manaf selaku pengasuh sekaligus pembimbing program.
Tahfidz Al-Qur’an, Bekal Spiritual dan Mental
Selain program kitab kuning metode Amtsilati, program tahfidz juga menjadi sesuatu yang menarik. Beberapa siswa berhasil menyelesaikan hafalan 1-5 juz, bahkan beberapa di antaranya mencapai 10 juz lebih. Prestasi ini diapresiasi oleh orang tua dan masyarakat.
M. Alfin Faza, salah seorang santri Kelas IX, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, dengan bekal pembelajaran kitab kuning dan tahfidz Qur’an, saya ingin terus mendalami agama dan semoga kelak dapat berkontribusi untuk umat,” katanya.
Komitmen Orang Tua dan Dukungan Masyarakat dalam penguatan program
Orang tua siswa turut berperan aktif dalam mendukung program ini. Ali Mansur, perwakilan wali peserta didik, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas pembinaan intensif yang diberikan madrasah. “Anak saya sekarang lebih percaya diri membaca kitab gundul dan hafalannya semakin bagus,” ujarnya.
Sementara itu, MTs NU Al Sya’iriyah Limpung semakin berkomitmen memperkuat program kelas unggulan akademik dan non akademik melalui program pembinaan siswa berprestasi dibidang olahraga. Kita akan bekerjasama dengan Lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas program yang sudah berjalan selama 4 tahun ini. “Bahkan kita sudah mulai penjajakan untuk pembukaan program kelas IT dan artificial Intelegence (AI) yang rencananya akan dibuka tahun ajaran depan. “ Kita sudah membangun komunikasi dengan para calon mentor/pengelola termasuk Laboratorium IT Al Sya’iriyah dan BLK agar program ini benar-benar matang kita selenggarakan” tutup ali Mujib.
Sementara itu, Kyai Haji Agus Musyafak Syair selaku Ketua Yayasan Islam Al Syairiyah dalam pidato sambutannya menyampaikan betapa pentingnya pembekalan nilai-nilai agama semenjak usia remaja, minimal para remaja sudah dikuatkan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan di pesantren. “ hari ini kita melihat betapa para remaja sudah terjebak pada persoalan kenakalan remaja, main game dan gadget berlebihan, geng motor, sampai pada seks bebas diusia belia, maka dari itu, untuk menyelamatkannya tidak lain adalah dengan penguatan nilai keagamaan melalui pondok pesantren dan kegiatan-kegiatan keagamaan yg konsisten” tutur beliau dalam pengarahannya
Adapun bentuk konsistensi dan Keberlanjutan Pendidikan keagamaan adalah dengan melanjutkan pesantren sekaligus masuk jenjang formal juga perlu disiapkan dengan baik. “Silahkan lanjutkan Pendidikan pesantrennya di TPI Al Hidayah sekaligus masuk ke jenjang SMK ataupun MA yang sudah ada di Pesantren yakni SMK Al Syairiyah ataupun MA al Sya’iriyah” tutup Abah Agus Musyafak yang juga Pengasuh Pondok pesantren TPI Al Hidayah.
Kegiatan ditutup dengan pentas kreasi dan gelar karya siswa, seperti pembacaan puisi religimaupun pentas kesenian bernuansa Islami. (AS)