Ketika Pesta Kurban Bertemu Jarum Tensimeter: Inisiatif Cerdas Alumni SMK Al Sya'iriyah di Car Free Day Kajen
Joint Event SMK Al Sya'iriyah Limpung dengan IKA FASYA
BERANDA
6/11/20252 min read


KAJEN – Udara pagi di Alun-alun Kajen pada hari Minggu, 8 Juni 2025, masih membawa sisa gema perayaan Idul Adha. Di antara derap langkah para pelari dan canda tawa keluarga yang menikmati hari bebas kendaraan, sebuah pemandangan menarik perhatian. Sebuah stan sederhana dengan spanduk "Screening Kesehatan Gratis" berdiri tegak, menjadi pengingat bahwa setelah pesta, saatnya kembali menyimak kondisi tubuh.
Ini bukanlah sekadar bakti sosial biasa. Ini adalah sebuah langkah cerdas yang menyatu dengan kebiasaan masyarakat. Di saat menu sate dan gulai masih hangat dalam ingatan, sekelompok alumni dari SMK Al Sya'iriyah Limpung, Batang, yang tergabung dalam IKA FASYA, hadir menawarkan jembatan antara perayaan dan kesehatan. Mereka tidak melawan tradisi; mereka melengkapinya dengan kesadaran.
Antusiasme warga terbukti luar biasa. Sejak pagi, antrean sabar terbentuk, diisi oleh berbagai kalangan usia. Prosesnya berjalan rapi dan profesional. Para alumni, dengan keterampilan yang menjadi cermin pendidikan mereka, melayani setiap warga satu per satu, mulai dari pendaftaran hingga penjelasan hasil cek gula darah, tekanan darah dan kolesterol.
Di antara para pelaksana yang sibuk, tampak Ittabi'ul Mustofiyah, seorang apoteker lulusan SMK Al Sya'iriyah yang kini bekerja di RSUD Kajen. Dengan sabar, ia menjelaskan hasil pemeriksaan kepada warga, memberikan saran praktis dengan bahasa yang membumi. Tampak juga Ida Fitriana yang bekerja di RSUD Kesesi Pekalongan, Akhmad Nur Rizkon yang bekerja di Klinik Banyuputih, serta Doni Widodo yang mengabdikan diri di RSUD Limpung dan alumni lain yang sibuk dengan tugasnya masing-masing.
"Tujuan kami dari IKA FASYA sederhana saja," tutur Ittabi'ul, mewakili rekan-rekannya. "Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Momen setelah Idul Adha ini kami rasa paling tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan. Kami ingin ilmu yang kami dapatkan di bangku sekolah dulu bisa dirasakan manfaatnya secara langsung."
Tercatat lebih dari 150an orang memanfaatkan layanan gratis ini. Salah satunya, Suryadi, yang tampak lega setelah berkonsultasi. "Inisiatifnya luar biasa. Sangat membantu kami yang awam. Apalagi gratis dan pelayanannya ramah. Setelah beberapa hari banyak makan daging, jadi tahu kondisi badan tanpa harus jauh-jauh ke Puskesmas. Saya merasa kalau alumni sekolah itu (SMK Al Sya'iriyah Limpung) memang cakap di bidangnya," ujarnya tulus.
Dari kejauhan, Kepala SMK Al Sya'iriyah Limpung, Hamam Nasrudin, yang hadir mendampingi, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Baginya, pemandangan ini adalah panen dari apa yang telah ditanam sekolah selama bertahun-tahun.
"Melihat mereka bergerak serempak, menerapkan ilmu dengan penuh tanggung jawab sosial, adalah kebanggaan tertinggi bagi kami sebagai pendidik," ungkap Hamam. "Ini adalah cerminan sesungguhnya dari misi kami: membentuk tenaga kesehatan yang terampil secara teknis, yang juga memiliki kepedulian dan ketulusan untuk melayani."
Aksi di Kajen ini ternyata hanyalah permulaan dari sebuah visi yang lebih besar. Muhammad Minarto, selaku koordinator acara, yang didampingi beberapa rekannya Gufron, Subhan dan Kawan lainnya menegaskan ini adalah program jangka panjang. "Keberhasilan hari ini memberi kami energi besar. Kami di IKA FASYA yang didukung penuh oleh SMK Al Sya’iriyah Limpung bertekad menjadikan ini agenda rutin. Rencananya, kami akan berkeliling ke kota dan kabupaten lain di Karesidenan Pekalongan. Kami ingin jejak kepedulian alumni SMK Al Sya'iriyah Limpung terasa di mana-mana," pungkasnya.
Pagi itu, di sudut Alun-alun Kajen, sebuah pelajaran berharga tersaji. Bahwa pendidikan terbaik pada akhirnya akan kembali ke masyarakat, mengalir menjadi kebaikan, dan membuktikan kualitasnya bukan lewat kata-kata, melainkan lewat kerja nyata yang memberi manfaat seluas-luasnya





